Berita Terkini

Open Data KPU untuk Ekosistem Civitech Pemilu 2024 yang Demokratis

#TemanPemilih Brebes Rabu (8/12), KPU Kabupaten Brebes mengikuti Webinar seri V yang digelar oleh KPU RI secara daring dengan tema "Open Data KPU untuk Ekosistem Civitech Pemilu 2024 yang Demokratis". Webinar ini dibuka oleh Ketua KPU RI Ilham Saputra yang dalam sambutannya beliau berharap mendapat masukan dan dukungan dari para civitech terkait dengan kerangka dan sesuatu yang akan diwujudkan dimana ada integrasi sistem informasi KPU dan dapat menyajikan informasi yang terintegrasi untuk menyukseskan pemilu dan pemilihan tahun 2024 sekaligus memberikan pemahaman dan peran civitech itu sendiri dalam penyelenggaraan pemerintahan dan penguatan sistem demokrasi di Indonesia serta bagi penyelenggara pemilu. Sebagai pengantar diskusi pada acara kali ini yakni Viryan Aziz (Anggota KPU RI Divisi Data dan Informasi). Beliau menyampaikan bahwa diadakannya acara ini adalah beranjak dari hasil pencermatan KPU RI terkait dengan SDM KPU seluruh Indonesia dilihat dari dua hal yakni yang pertama disparitas kemajuan dan pemahaman teknologi digital kemudian yang kedua dikarenakan kebutuhan peningkatan kapasitas. Menurutnya pemahaman tentang civitech ini menyangkut bagaimana penggunaan teknologi yang memberikan ruang kepada publik dan berpartisipasi membantu kinerja pemerintahan. Dan dalam konteks pemilu bagaimana peran publik menggunakan kemajuan teknologi untuk membantu kinerja penyelenggara pemilu agar demokratis. Guna mengefektifkan upaya itu secara ringkas perlu adanya data yang terbuka dan bisa mengelola data tersebut, menyebarluaskan secara baik kemudian pada muaranya meningkatkan kepercayaan publik. Acara yang dimoderatori oleh Sumariyandono (Kepala PUSDATIN KPU RI) ini menghadirkan dua narasumber diantaranya yang pertama Wenseslaus Mangut (Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia) yang dalam paparan materinya disampaikan bahwa keterbukaan data menjelaskan transparansi, kualitas dari prosesnya, dan mendorong partisipasi publik dalam proses Pemilu berbasis data. Open data juga menghindarkan publik dari hoaks. Sehingga Publik punya rujukan atas informasi yang mereka ragukan, dan itu datang dari sumber yang benar. Kemudian narasumber yang kedua yakni Adinda Tenriangke Muchtar (Direktur Eksekutif The Indonesian Institute, Center Of Public Policy Research (TII)) yang menyampaikan mengenai Civic Tech dan Partisipasi Publik pada Proses Demokrasi. Bahwa Civic Tech merupakan teknologi informasi dan komunikasi yang memungkinkan partisipasi publik yang lebih besar, keterlibatan dalam pemerintahan, atau membantu pemerintah dalam meningkatkan mutu pelayanan publik. Dan keterbukaan data pemilu adalah elemen penting untuk mendukung ekosistem Civic Tech itu sendiri. Dalam kesimpulan materinya Adinda menyampaikan bahwa untuk meningkatkan keterbukaan data Pemilu di Indonesia maka perlu mempersiapkan sistem untuk menerapkan data pemilu terbuka di Pemilu 2024 seperti Peta Jalan untuk Pemilu 2024 dan persiapan teknis misalnya penggunaan QR code untuk mengidentifikasi pemilih, kemudian meningkatkan kualitas SDM IT KPU dan prinsip inklusivitas sosial (GESI) dalam pengelolaan dan permintaan data, selanjutnya membangun budaya keterbukaan data pemilu dengan menginternalisasikan prinsip open data dalam tubuh KPU, lalu menyediakan infrastruktur ICT di berbagai level, termasuk konektivitas, manajemen dan keterampilan, dan yang terakhir mendorong optimalisasi penyediaan data pemilu terbuka, sehingga tidak ada lagi data yang dianggap tidak terbuka. Acara kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab para peserta yakni KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. #KPUMelayani

Kunjungan Kerja Sekretaris KPU Provinsi Jawa Tengah

Brebes Rabu (6/10), KPU Kabupaten Brebes menerima kunjungan Sekretaris KPU Provinsi Jawa Tengah Sri Lestariningsih beserta rombongan dalam rangka supervisi terkait keuangan, umum, logistik dan SDM. Rombongan diterima langsung oleh Ketua, Anggota dan Sekretaris serta Para Kasubbag KPU Kabupaten Brebes. Disela-sela kegiatan Sri Lestariningsih (Sekretaris KPU Provinsi Jawa Tengah) menyempatkan diri untuk meninjau sarana dan prasarana kantor sekaligus memberikan arahan kepada jajaran sekretariat KPU Kabupaten Brebes. Menurut beliau bahwasannya untuk persiapan pemilu 2024 atau pun kegiatan harian non tahapan pemilu hal yang paling utama adalah konsolidasi dan selalu berkoordinasi, baik di internal KPU maupun dengan pihak eksternal, karena itu sangat penting untuk menunjang suatu kegiatan kelembagaan. "Oleh karena itu saya salut kepada KPU Brebes karena sudah melaksanakan kegiatan dengan baik sesuai peraturandan tanpa permasalahan”, ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut Sekretaris KPU Kabupaten Brebes Bambang Yusmanto melaporkan terkait laporan SPIP, laporan perkembangan pengisian data mandiri PNS (my SAPK), presentase serapan anggaran, mengenai kekosongan pejabat pengawas dan penghapusan logistik eks pemilu. Mengakhiri kegiatan tersebut Sri Lestariningsih berpesan agar para pegawai di lingkungan KPU KabupatenBrebes dapat memposisikan diri sehingga mampu mengarjakan tugas sesuai dengan peran dan fungsinya serta terus meningkatkan integritas dan kinerjanya masing-masing. (*) #BakohumasKPUJateng #KPUBrebes #KPUMelayani

Ketua KPU Brebes Sumbang Buku ke Perpusda

BREBES – Dalam rangka menambah koleksi dan sumber bacaan di Perpustaakan Daerah (Perpusda) Kabupaten Brebes, Muamar Riza Pahlevi Selasa (10/8) kemarin menyumbangkan tiga buku hasil karyanya. Ketiga judul buku tersbut yakni DPRD Kabupaten Brebes dari Masa ke Masa, Mengawal Pemilu di Daerah dan Meraih Kursi DPR/DPRD. Ketiga buku tersebut diterima langsung Kabid Perpustakaan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Brebes Fatkhiyaturrohmah SE. Sebelumnya Reza, demikian panggilan akrabnya, juga menyumbang bukunya yang berjudul Jurnalistik, Teori dan Praktik. Menurut Reza, yang juga Ketua KPU Kabupaten Brebes, sumbangan buku ke Perpusda tersebut untuk menambah sumber bacaan yang sudah ada. Apalagi untuk sumber-sumber bacaan di bidang politik dan Pemilu masih sangat jarang. “Sumbangan ini juga sebagai bentuk ajakan kepada para penulis lokal, khususnya Kabupaten Brebes, agar menyumbangkan bukunya ke Perpusda,” katanya. Dikatakan, meski hanya tiga buku, namun langkah itu dilakukan untuk memperkaya perpustakaan dengan penulis-penulis lokal, yang memang masih jarang, apalagi di bidang politik dan Pemilu. Diharapkan dengan sumbangan buku tersebut, sedikit membantu referensi bagi mahasiswa maupun masyarakat umum yang ingin belajar tentang politik dan Pemilu. Kabid Perpustakan Fatkhiyaturrohmah mengucapkan terima kasih kepada Reza, yang telah menginisiasi sumbangan buku karyanya tersebut. Diharapkan ke depan akan muncul penulis-penulis lokal, yang menerbitkan bukunya dan disimpan di sini. “Saya ingin ada display khusus untuk karya-karya penulis Brebes di Perpusda ini,” katanya. Sebelumnya juga ada penulis-penulis buku, yang sudah menyumbangkan bukunya ke Perpusda. Namun memang masih sangat jarang. “Kemarin ada dari Lingkar Pena, yang bekerja sama dengan kita menerbitkan buku tentang pandemi civod ini,” ujarnya. Ditambahkan, pihaknya saat ini juga tengah berupaya mengembangkan gedung Perpusda agar lebih layak lagi. Sehingga pengunjung yang ada, bisa lebih menikmati layanan di Perpusda dengan nyaman dan kerasan untuk membaca buku. “Kita baru saja mengajukan proposal DAK, mudah-mudahan bisa terwujud keinginan yang sudah lama. Untuk lahan sudah siap di dekat Taman Edukasi,” ujarnya. (*)

KPU Brebes Gandeng Diskominfo Gelar Workshop Kehumasan

Brebes - Sebagai upaya untuk menata dan menyinergikan kembali tugas dan fungsi kehumasan di lingkungan KPU Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, KPU Provinsi Jawa Tengah bersama Diskominfo Provinsi Jawa Tengah gelar Workshop Penguatan Kapasitas Kehumasan dengan tema Meningkatkan Citra Lembaga Melalui Pengelolaan Konten Media Sosial dan optmalisasi Fungsi Kehumasan, Senin (26/4). Acara yang digelar secara virtual ini dihadiri oleh seluruh KPU Kabupaten/Kota dan Diskominfo Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Tengah dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Agung Kristianto, S.Sos disampaikan bahwa KPU Perlu meningkatkan penyebaran informasi salah satunya melalui media sosial, “Peran KPU sangat signifikan dalam mengelola media sosial. Pejabat hubungan masyarakat KPU harus paham menganalisa kondisi khususnya media sosial yang sekarang menjadi ajang kampanye. Lewat media sosial fungsi kehumasan melalui penyebar sosialisasi dan informasi harus ditingkatkan”, ujarnya. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan citra positif lembaga melalui konten media sosisal, menata dan menyinergikan kembali tugas dan fungsi humas, membangun narasi untuk media sosial guna membangun komunikasi, konsultasi dan koordinasi dan mempererat kerja sama antar praktisi humas di Jawa Tengah. “Citra atau persepsi yang baik terhadap organisasi perlu kita rawat melalui konten media sosial, karena media sosial ini menjadi media yang strategis dan mengoptimalisasi fungsi-fungsi kehumasan itu sendiri” ujar Diana Ariyanti Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Divisi Sosdiklih Parmas dalam sambutannya. Sebagai narasumber pertama Aswono wikan yang juga merupakan founder humasindonesia.id menjelaskan tentang salah satu fungsi humas, karena humas itu harus memiliki peran strategis, tidak cukup dengan berkomunikasi biasa, “Salah satu fungsi positif dari humas adalah dia harus mampu menjadi pencerita, pendengar melalui media. Mengamas cerita itu sekarang manjadi salah satu cara yang dianggap efektif oleh para praktisi humas. Humas itu juga punya fungsi untuk menahan atau menangkal berita-berita negatif, hoax, fake news yang dapat melemahkan reputasi organisasi”, jelas Aswono. Kemudian pada sesi penyampaian materi selanjutnya yang dijelaskan oleh Wicaksono seorang Digital Creator atau lebih dikenal @ndorokakung dalam akun media sosialnya, berbicara mengenai pentingnya Angegement Rate, yaitu suatu metrik standar yang dimanfaatkan dalam pemasaran media sosial dalam mengukur performa pada suatu konten di platform media sosial. “Jika tingkat pelibatan sebuah konten tinggi, berartii tingkat perhatian audiens tinggi dan kesadaran khalayak pada sebuah merek/lembaga pun tinggi”, pungkasnya.*

KPU Brebes Dorong Mahasiswa Melek Politik

BREBES – Mahasiswa sebagai agent of change dituntut untuk melek politik, khususnya terhadap agenda Pemilu. Hal itu disampaikan Ketua KPU Kabupaten Brebes Muamar Riza Pahlevi, Jumat (18/6) saat mengisi Program KPU Brebes Mengajar. Mahasiswa juga harus menjadi pioneer dalam upaya peningkatan menjadi pemilih yang cerdas. “Mahasiswa yang memiliki nilai plus, adalah mahasiswa yang melek politik, tahu tentang agenda Pemilu dan seluk beluknya. Termasuk juga mengenal KPU sebagai penyelenggara Pemilu,” katanya. Kata dia, jangan sampai mahasiswa malah menjadi masyarakat yang apatis terhadap politik dan Pemilu. Apalagi menjadikan masyarakat tidak percaya terhadap politik dan kemudian menjadi golput. Saat ini, mahasiswa menjadi salah satu kelompok masyarakat yang menjadi panutan. Di mana apa yang dilakukan mahasiswa, bisa saja diikuti oleh kelompok masyarakat yang lain. “Kegiatan KPU Mengajar ini merupakan upaya KPU untuk menjadikan mahasiswa melek politik dan menjadi pemilih yang cerdas,” tambahnya. Bukan hanya itu saja, lanjut dia, ke depan mereka juga bisa menjadi penyelenggara Pemilu, mulai dari tingkat KPPS hingga KPU. Termasuk juga di lembaga lain seperti Bawaslu, bahkan tidak menutup kemungkinan mereka juga aktif di partai politik dan menjadi wakil rakyat. “Kalau bukan mereka, siapa lagi penerus di lembaga-lembaga politik yang ada, baik di daerah maupun pusat,” tegasnya. Dalam kesempatan itu Reza juga berkesempatan memberikan door prize berupa buku, yang merupakan hasil pemikirannya selama ini. Di antaranya adalah Jurnalistik Teori dan Praktik, DPRD Kabupaten Brebs Dari Masa ke Masa, dan Mengawal Pemilu di Daerah. Buku-buku tersebut diharapkan bisa menjadi salah satu rujukan bagi mahasiswa dalam memehami politik dan Pemilu. Acara yang digagas Divisi SDM dan Parmas di bawah koordinasi Sri Nurokhmi Susilowati MPd ini akan berjalan hingga beberapa pekan ke depan. Selain dengan Umus, kegiatan ini juga akan menyasar kampus-kampus lain. “Nanti yang mengisi materi adalah semua anggota KPU secara bergilir, dengan tema yang berbeda-beda,” kata Sri Nurokhmi. Kegiatan tersebut juga dilakukan dengan protocol kesehatan yang ketat. Di mana selain jumlah peserta yang terbatas, peserta juga wajib cuci tangan, pakai hand sanitizer dan memakai masker serta menjaga jarak. (*)